Qunut Nazilah for the Salvation of Rohingya’s Muslim!

The suffering suffered by our muslim brother Rohingya in Myanmar due to the cruelty of Myanmar's military regime has hit the world, especially in the Islamic world. In a country formerly known as Birma or "Burma" (as the Western world calls it) there has been "a massacre of Rohingyas" settled in Rakhine State. So, let's read Qunut Nazilah for the salvation of Rohingya's Muslim!

Advertisements

Mari Qunut Nazilah bagi Keselamatan Muslim Rohingya!

Kondisi terkini etnis muslim Rohingya di Myanmar sungguh sangat memprihatikan. Sebagai saudara muslim, sekiranya kita "tidak dapat menolong mereka secara fisik", mari kita baca Qunut Nazilah setiap selesai Shalat 5 waktu untuk keselamatan muslim Rohingya di Myanmar, juga kaum muslimin di belahan dunia lainnya seperti di Palestina, Syiria dan juga kita umat Islam Indonesia!

Idul Adha dan Kegembiraan Itu …

Berbicara tentang Idul Adha tak terlepas dari Nabi Ibrahim a.s yang mendapatkan ujian dari Allah untuk "menyembelih" putera kesayangan yang sudah lama ditunggu-tunggu yaitu Ismail a.s. Cerita tentang "pengorbanan Nabi Ibrahim dan Keikhlasan Ismail" untuk melaksanakan perintah Allah SWT ini diabadikan di dalam surat Ash-Shaaffaat [37] ayat 99-111.

SDI Plus At-Toyibah, Bersinar di Tengah Keterbatasan

Sekolah Dasar Islam (SDI) Plus At-Toyibah barangkali merupakan potret sebuah lembaga pendidikan Islam yang dibutuhkan namun "minim perhatian". Sekolah yang terbilang favorit ini, terus berusaha melangkah maju di tengah berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Favorit? Ya! Betapa tidak, pada saat banyak sekolah swasta lainnya yang "menjerit" karena kekurangan murid, sekolah ini malah "terpaksa" menolak murid karena keterbatasan ruang kelas!

Seri Doa Hari Ini (15): Doa untuk Kemampuan Berkomunikasi

Nabi Musa memohon kepada Allah agar melapangkan hatinya sehingga ‎mampu melaksanakan tugas besar yang diamanahkan Allah SWT tanpa beban kejiwaan. Terutama, ‎ketika menghadapi Fir’aun, raja Mesir yang mengaku Tuhan.‎ Doa ini, tulis Amanullah Halim, mengajarkan kepada kita bahwa jika kita melaksanakan suatu tugas ‎penting dengan berat hati, itu berarti sepertiga potensi kita telah terbuang sia-sia. Sebaliknya, jika ‎kita melaksanakannya dengan hati lapang dan penuh suka cita atau kita merasa senang dengan ‎tugas yang dilakukan, maka sesungguhnya hal itu akan melipatgandakan kekuatan kita. Selain faktor ‎kejiwaan yang positif dalam menjalankan tugas, dibutuhkan kuasa Allah untuk memudahkan ‎pekerjaan besar yang dihadapi. Dalam menghadapi Fir’aun, Nabi Musa merangkaikan keduanya.‎

Seri Doa Hari Ini (14): Doa Mohon Jodoh dan Keturunan

Pengarang Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an, Sayyid Quthb, menyatakan bahwa ayat di atas berbicara ‎tentang “perasaan fitrah keimanan yang mendalam”. Perasaan senang untuk menambah bilangan ‎orang-orang yang berjalan di jalan Allah. Yakni, keturunan dan pasangan mereka. Karena mereka itu ‎adalah orang-orang yang terdekat. Apalagi anak dan isteri adalah amanah dari Allah yang kelak ‎dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, dengan doa di atas kita berharap beroleh jodoh dan ‎keturunan dengan kriteria ”penyenang hati” dan ”imam bagi orang-orang bertakwa”. ‎