Seri Doa Hari Ini (4): Doa Sapu Jagat

"Doa Sapu Jagat" merupakan doa yang paling ringkas dan paling sering dibaca Nabi SAW. Termasuk doa yang sudah mencakup seluruh urusan baik jagat dunia maupun jagat akhirat. Biasanya doa ini dibaca sebagai penutup segala doa baik yang panjang maupun pendek. Tak hanya itu, doa ini juga kerap dibaca pada saat jamaah haji atau umrah yang tengah thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran.

Seri Doa Hari Ini (3): Doa Untuk Negeri

Doa ini adalah doa Nabi Ibrahim untuk negerinya, yakni Arab. Nabi Ibrahim berharap, seperti diungkap Wahbah Zuhaili dalam Tafsir Munir, negerinya aman dan tenteram, tidak dikuasai para tiran. Selain itu, Nabi Ibrahim memohon agar dilindungi juga dari malapetaka, seperti gempa bumi dan tsunami. Termasuk, Nabi Ibrahim minta agar negerinya diberi rezeki dan buah-buahan yang terlezat dan beraneka, baik rasa maupun warnanya.

Seri Doa Hari Ini (2): Doa Bismillah dan al-Fatihah

Syaikh Nawawi Banten dalam magnum opusnya, Tafsir Munir, menjelaskan bahwa ‎surat al-Fatihah mengandung empat macam ilmu yaitu:‎ (1) ilmu ushul atau ilmu-‎ilmu agama yang pokok; (2) ilmu furu’ atau ilmu-ilmu cabang; (3) ilmu akhlak; dan‎ ‎‎(4) ilmu tentang kisah umat masa lalu.‎

Seri Doa Hari Ini (1): Doa Berlindung dari Setan

Menurut Hamka dalam Tafsir al-Azhar doa ini terkait dengan perlakuan kaum kafir Quraisy kepada Nabi SAW. Nabi SAW bermohon agar hatinya dikuatkan. Kemudian doa tersebut juga Nabi SAW ajarkan kepada para sahabatnya agar menjadi senjata batin dalam menghadapi sulitnya perjuangan masa itu

Seri Asmaul Husna: Al-Muhyi wa Al-Mumit ‎(Yang Maha Menghidupkan & Yang Maha Mematikan ‎/ The Giver of Life & The Creator of Death)‎

Kendati Allah menyebut diri sebagai al-Muhyi, tapi di hadapan manusia Ia bersedia untuk menyebut manusia sebagai “al-Muhyi” juga. Allah mengakui siapa saja yang turut memelihara kehidupan manusia. Dan tentu, Dia menindak dengan tegas siapapun yang berbuat kerusakan, angkara-murka, dan kematian. Bagi Allah, hanya Dialah yang berhak untuk menentukan kematian semua makhluk-Nya. Allah tidak menghendaki keterlibatan manusia atau makhluk lainnya dalam hal ini.

Seri Asmaul Husna: Al-Mubdi’ ‎(Yang Maha Memulai / The Originator)‎

Allah adalah Zat yang mula-mula ada. Adanya Allah bukan karena adanya sesuatu. Adanya sesuatu karena Allah yang mengadakannya dari tiada (cretio ex nihilo). Eksistensi kita sejatinya tiada, karena bergantung pada eksistensi-Nya. Nyatanya, selama ini kita bukan hidup tapi dihidupkan. Kita bukan mati tapi dimatikan. Kita bukan makan dan minum, tapi disuapi Allah.