Seri Doa Hari Ini (9): Doa Mohon Diampuni dan Dikasihi

Doa Mohon Diampuni dan Dikasihi

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, Rasulullah SAW memohon perlindungan dari kejahatan nafsu:

Segala puji bagi Allah, kami mohon pertolongan, petunjuk, dan ampunan-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu kami dan keburukan-keburukan perbuatan kita”.

Menarik sekali, kita perhatikan pesan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan al-Dailami:

Wahai para manusia! Ketahuilah bahwa dunia ini adalah tempat yang terjal, bukan tempat yang rata, dunia tempat susah, bukan untuk tempat bersenang-senang, maka barangsiapa yang mengetahui keadaan dunia yang sebenarnya, dia tidak akan gembira dengan kesuburannya, dia tidak akan sedih dengan ditimpa musibah. Ingatlah, sesungguhnya Allah telah menciptakan dunia ini tempat ujian, sedangkan negeri akhirat adalah negeri tempat orang-orang yang memiliki nasib yang baik, maka Allah menjadikan bencana dunia sebagai pahala di akhirat.

Dan Allah menjadikan pahala akhirat sebagian dari bencana dunia sebagai penggantinya (bila sabar), maka bila orang itu sabar, tentu dia diberi pahalanya, apabila dia tidak sabar akan musibah, dia akan disiksa. Oleh karena itu, berhati-hatilah menikmati manisnya dunia karena nikmat akan terputus dan berakibat pada penyesalan di akhirat. Dan janganlah kamu terlalu cepat meramaikan dunia yang yang Allah tetapkan akan lenyap, dan jangan pula kamu terlalu bergantung kepada dunia padahal Allah menghendaki kamu menjauhinya agar kamu tidak dibiarkan-Nya, sebab Dia membencinya. Dan kamu, jika demikian, adalah orang yang berhak menerima siksaan”.

Mengendalikan nafsu berarti mengarahkan diri dari menganiaya diri sendiri dan juga orang lain. Dalam pengamatan M Dawam Rahardjo dalam karyanya, Ensiklopedi al-Qur’an, kata yang berakar kata zalim (seperti pengakuan Nabi Adam Hawa di atas), berulang sebanyak 315 kali. Kata-kata tersebut dalam bentuk kata yang berbeda-beda dan dengan berbagai arti pula. Secara umum zalim itu, di dalam al-Qur’an berarti berbuat aniaya, menganiaya, dianiaya, dirugikan, tidak adil, berbuat buruk, berdosa, tidak tahu diri, pengacau, dan kegelapan. Pertanyaannya, apakah yang kemudian membuat Nabi Adam dan Hawa mengaku menzalimi diri sendiri? Apakah karena mereka telah mendekati pohon yang dilarang Allah SWT untuk didekati? Apakah makna pohon tersebut, dan apakah ia mitos atau realitas?

Maulana Muhammad Ali, seperti dikutip M Dawam Rahardjo, menjelaskan bahwa ”pohon” yang dimaksud hanyalah sebuah simbol. Menurut Bibel, itu adalah pohon pengetahuan tentang kejahatan dan kebaikan (lihat Kitab Kejadian 2:17). Tetapi interpretasi itu dibantah oleh Maulana Muhammad Ali. Dia berpendapat bahwa pohon itu adalah simbol kematian dan kejahatan. Setan sendiri dalam surat Thaha [20] ayat 120, menyebutnya sebagai “pohon kekekalan dan kekuasaan” yang menyimpulkan bahwa kekuasaan itu bisa menimbulkan kekekalan. Karena yang menyebutnya adalah setan, maka hakikat pohon itu adalah kebalikan dari apa yang dikatakan setan. Memang dalam ayat itu Allah memperingatkan agar tidak mendekat itu, yakni ”agar kamu tidak tergolong ke dalam golongan orang-orang zalim”.

Dalam karyanya Tafsir Munir, Syaikh Nawawi Banten, mengutip suatu riwayat terkait dengan pohon tersebut. Diriwayatkan bahwa sahabat Abu Bakar al-Shiddiq, pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pohon yang dilarang untuk didekati itu (QS al-Baqarah [2] ayat 35), maka Rasulullah SAW menjawab, ”Itu adalah pohon yang diberkahi yang berbulir (gandum).” Riwayat lain, tulis Syaikh Nawawi Banten, melalui Mujahid dan Qatadah bahwa pohon itu adalah “pohon Tin”. Diriwayatkan pula dari Yazid Ibnu Abdullah bahwa itu adalah “buah lemon atau utruj”. Adapun menurut riwayat dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa pohon itu adalah pohon ilmu yang memiliki semua cabang ilmu dan warna. Sedangkan makna ”zalim” di ujung ayat ini, bagi Jalaluddin al-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain berarti durhaka. Syaikh Nawawi Banten memahaminya sebagai mencelakakan diri sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s