Seri Doa Hari Ini (9): Doa Mohon Diampuni dan Dikasihi

Doa Mohon Diampuni dan Dikasihi

Oleh: Dr. Syamsul Yakin, M.A


Doa Mohon Diampuni dan Dikasihi

Ini adalah doa Nabi Adam Hawa. Muhsin Labib berkomentar dalam karyanya “Kamus Doa”, bahwa Nabi Adam dan Hawa memiliki kisah penuh rahasia dan tanda tanya. Allah SWT menempatkan mereka berdua di surga dan memerintahkan kepada mereka agar tidak memakan buah atau biji tertentu. Namun setan telah menggoda mereka sehingga mereka memakannya lalu terjadilah bencana menimpa mereka. Inilah fragmen itu, terurai dalam surat al-A’raf [7] ayat 22:

surat al-A’raf [7] ayat 22

“ … Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua”.

Maksud kisah ini, menurut Wahbah Zuhaili dalam karyanya Tafsir Munir, adalah untuk memberi petunjuk kepada manusia jalan hidayah dan mengingatkan mereka akan bisikan setan karena kedengkiannya kepada Adam dan Hawa. Setan berusaha berbuat licik, bisikan dan tipu daya untuk merampas dari keduanya kenikmatan dan pakaian bagus yang mereka nikmati. Jika ditelisik ayat serupa disebutkan pada tujuh tempat dalam al-Qur’an. Tentu, hal ini cukup bagi kita sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW untuk senantiasa waspada terhadap bujuk rayu setan. Caranya kita harus terus berusaha untuk melawan nafsu jahat yang bersarang di dada kita.

Kata ”nafsu” dalam bahasa Indonesia, artinya sudah menyimpang dari istilah nafs dalam al-Qur’an. Nafs sendiri berarti pribadi atau “diri”, terkesan netral. Sedangkan kata “nafsu” sudah bersifat pejoratif dan beraroma seksual sehingga kian berkesan negatif. Misalnya, dalam keseharian kita mengenal istilah “nafsu” sebagai daya yang terdapat dalam diri setiap pribadi. Nafsu ini, walaupun tidak tampak, tapi dirasakan kehadirannya ketika seseorang terdorong, dengan dukugan emosi atau perasaan yang kental, untuk bertindak atau berkata guna mencapai sesuatu yang dapat memuaskan batinnya. Nafsu yang paling dikenal dan paling dekat dengan istilah ini dalam bahasa sehari-hari adalah nafsu syahwat. Padahal, istilah “nafsu” itu sendiri sebenarnya juga bersifat netral, misalnya nafsu untuk makan, untuk mengetahui sesuatu, untuk berperang dan mengalahkan lawan, untuk memiliki suatu benda dan lainnya. Jadi, tidak semua tindakan “bernafsu” itu jelek. Tapi pada umumnya memang berkonotasi negatif. Sebabnya adalah, suatu tindakan yang mengandung nafsu, lebih-lebih “terlalu bernafsu” biasanya cenderung merugikan orang lain, terlebih merugikan diri sendiri. Karena itu nafsu perlu dikendalikan. Dan ketika dia sudah melampaui batas dan diprediksi bakal meluluhlantakkan tatanan pribadi, masyarakat, agama, bahkan bangsa dan negara, maka nafsu mau tidak mau harus diperangi. Allah ingatkan kita dalam firman-Nya:

QS al-Nazi’at [79] ayat 37-41

Adapun orang-orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Allah dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (QS al-Nazi’at [79] ayat 37-41).

Menurut psikoanalisa, hampir semua tingkah laku manusia ditentukan oleh faktor ketidaksadaran. Tasawuf sendiri menyatakan bahwa ketidaksadaran itu adalah nafs al-ammarah yang bersifat otoritarian terhadap pikiran dan tingkah laku manusia. Manakala kepekaan manusia telah berada di bawah pengaruh nafs al-ammarah maka kepekaannya menjadi tidak murni lagi, tidak sehat dan tidak jelas. Dalam tasawuf, orang yang telah mampu melepaskan diri dari cengkeraman nafs al-ammarah adalah manusia sempurna atau insan kamil. Manusia model ini, realitas lahir dan batinnya telah terbebas dari ego pribadi dan selalu merapatkan diri kepada Tuhan. Ia tak lagi hidup dalam perintah nafsu. Tapi semua aktifitasnya merupakan cermin Realitas Absolut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s