Seri Doa Hari Ini (7): Doa agar Dikaruniai Keturunan yang Baik

Doa agar Dikaruniai Keturunan yang Baik

Tentang kasih sayang Luqman kepada anaknya, terdapat formula menarik bagi  para orangtua. Luqman memanggil anak-anaknya dengan panggilan cinta dan “nama kecil” (tashgir) yang menggugah hati sang anak. Persepsi seperti ini dijelaskan oleh al-Lusi dalam Ruh al-Ma’ani, tepatnya tatkala Luqman memanggil anaknya dengan kata-kata: ya bunayya (wahai anak-anak kecilku: maksudnya yang aku sayangi dan cintai). Dalam tradisi di Tanah Air mungkin sama seperti Ujang di Sunda, Ndu di Jawa, atau Entong di Jakarta. Atau secara umum adalah “nama kecil atau nama kesayangan”.

Seperti apa akhlak dan perilaku anak yang dipandang telah mendapatkan pelajaran akidah yang baik?

Pertama, anak dengan sepenuh hati berbakti kepada kedua orangtua, termasuk memenuhi hak-hak orangtua. Ia memahami bahwa ibunya mengandung dalam keadaan lemah yang kian bertambah, lalu mengasuhnya mulai dari masa menyusui, menyapih hingga mampu berusaha sendiri. Anak seperti ini memahami benar inti pesan al-Qur’an:

QS al-Isra’ [17] ayat 23

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orangtua.” (QS al-Isra’ [17] ayat 23).

Ciri lainnya, apabila orangtua memaksanya serta menekannya untuk menyekutukan Allah dengan yang lain dalam hal ibadah, yakni dengan hal-hal yang dia tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, maka secara sopan santun ia tidak mengikuti kehendak kedua orangtuanya itu. Al-Qur’an menjelaskan:

QS Luqman [31] ayat 15

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku, sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergauilah keduanya di dunia dengan baik…” (QS Luqman [31] ayat 15).

Kedua, anak yang memiliki akidah yang kuat yakin benar bahwa dunia bukan segala-galanya, tapi segala hal bisa dilakukan di dunia untuk bekal di akhirat. Ia meyakini bahwa manusia akan dikembalikan kepada Allah dan harus mempertanggungjawabkan semua amalnya. Semua perbuatan, baik atau buruk, kendati sebesar biji sawi sekalipun, tersembunyi atau kelihatan, atau berada di mana saja  pasti Allah mengetahuinya secara rinci dan akan dibalas sesuai dengan kualitas dan kuantitasnya (QS Luqman [31] ayat 16).

Ketiga, sang anak sangat rajin dalam menunaikan salat (QS Luqman [31] ayat 17). Ia meyakini bahwa Allah sejatinya ada, kendati tidak tampak oleh indera. Sebab sejatinya yang ada itu tidak harus tampak oleh mata, karena yang tampak oleh mata itu hakikatnya justru tidak ada. Sementara Allah adalah Yang Maha Ada. Keber-ada-an Allah tidak tergantung oleh ada atau tidaknya yang lain. Ada atau tidak sesuatu yang lain, Allah tetap Ada. Inilah prinsip ihsan, “sembahlahlah Allah, seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihatnya, sesungguhnya Dia melihatmu”.

Keempat, sang anak gemar berbuat baik, senantiasa bersabar, dan tidak berjalan di muka bumi dalam keadaan sombong, dan pandai menjaga lisan ketika berkata-kata (QS Luqman [31] ayat 18-19).

Advertisements

2 thoughts on “Seri Doa Hari Ini (7): Doa agar Dikaruniai Keturunan yang Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s