Seri Doa Hari Ini (6): Doa Mohon Kekuasaan

Terkait dengan ayat ini, dalam beberapa kitab tafsir, seperti Tafsir al-Kabir karya Fakhrurrazi, lanjut Allamah Kamal Faqih Imani, tercatat bahwa Nabi SAW, setelah menaklukkan kota Mekah, beliau meramalkan bahwa umat Islam akan menang dalam sejumlah peperangan melawan Persia dan Romawi. Saat itu, beberapa orang munafik saling memandang dengan maksud mengolok-olok.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Qatadah seperti ditulis Jalaluddin al-Suyuthi dalam Lubab al-Nuqul fi Asbab al-Nuzul, dia berkata: “Kami diberi tahu bahwa Rasulullah meminta kepada Allah untuk menjadikan Raja Romawi dan Persia sebagai umat beliau. Maka Allah menurunkan firman-Nya”. 

Allamah Kamal Faqih Imani menulis dalam kitab tafsirnya, beberapa ahli tafsir lain menyatakan bahwa secara sosio-historis, pewahyuan ayat tersebut terjadi pada saat penggalian sebuah parit. Ketika itu, alat penggali Nabi SAW terbentur sebuah batu dengan keras dan terlihat seberkas cahaya. Lalu Nabi SAW bersabda, “Aku menerima berita tentang penaklukan puri-puri Ctesiphon (sebuah kota kuno dekat Baghdad) dan Yaman dari Jibril dalam kilatan cahaya tadi”. Inilah riwayat lain yang kemudian membuat orang-orang munafik tersenyum melecehkan. Setelah itu turun surat Alu-Imran [3] ayat 26.

Perlu dikemukakan, kata Allamah Kamal Faqih Imani, apapun yang berupa karunia , kemuliaan, dan penghinaan, yang dirujuk dalam ayat ini adalah dari sisi Allah, sesuai dengan hukum dan perlakuan Allah. Jika tidak, Allah tidak akan memberikan kemuliaan kepada seseorang dan tidak juga memberikan kehinaan kepada orang yang lain. Jadi, memberikan kemuliaan atau kehinaan adalah hak Allah. Namun yang membuka jalan untuk keduanya dan membuatnya terjadi adalah kita sendiri.

Jika saja kita ditakdirkan Allah untuk memanggul amanah kekuasaan dan pemerintahan di negeri ini, sikap seperti apa yang harus dipegang teguh? Dalam sejumlah fragmen kehidupan Nabi SAW sebagi pemimpin keagamaan dan kemasyarakatan terdapat sejumlah pedoman. Pedoman ini semua terdapat dalam sunnah Nabi SAW dan ayat-ayat dalam al-Qur’an yang bisa dipelajari dan diikuti.

Pertama: Amanah

Dalam sejarah, Abu Ubaidah bin al-Jarrah dikenal sebagai figur yang amanah dan hal itu diakui di kalangan sahabat. Bersumber dari Hudzaifah, ia berkata: ”Penduduk Najran datang kepada Rasulullah SAW. Mereka berkata, ’Wahai Rasulullah SAW, kirimlah utusan kepada kami seorang laki-laki yang amanah’. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Ya, aku akan mengirim utusan kepada kalian seorang laki-laki yang benar-benar amanah”. Maka, lanjut Hudzaifah, orang-orang pun berusaha mencari kemuliaan untuk menjadi utusan tersebut. Akhirnya Rasulullah SAW mengutus Abu Ubaidah bin al-Jarrah. (HR. Bukhari).

Advertisements

One thought on “Seri Doa Hari Ini (6): Doa Mohon Kekuasaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s