Seri Asmaul Husna: Ar-Raqiib (Yang Maha Mengawasi / The Watchful One)‎

Ar-Raqiib header

Oleh: Dr. Syamsul Yakin, M.A


Bila seorang filosof Barat, yakni Soren Kierkegaard (1813-1855) yang mengusung paham falsafah eksistensialisme memahami bahwa manusia itu memiliki kebebasan tak terbatas, tampaknya bagi kita tak lagi benar. Karena eksistensi dan kebebasan manusia tidak berdiri sendiri, tetapi di-eksistensikan dan diberikan kebebasan oleh Sang Maha Pemberi Eksistensi. Jadi, eksistensi manusia dan kebebasannya adalah semu. Karena ada al-Raqib yang selalu mengawasi eksistensi manusia.

Al-Raqib adalah sifat Allah yang merangkai sifat al-‘Alim (Maha Mengetahui) dan al-Hafidz (Maha Memelihara). Allah mengetahui dan memelihara segala sesuatu, termasuk benda yang lebih kecil dari atom, yang melayang-layang di antara langit dan bumi, dan semua yang bersarang di perut semua makhluk-Nya. Untuk mengawasi, mengetahui, dan memelihara semua itu, Allah tidak membutuhkan istirahat, energi, dan mengantuk.

Allah katakan:

QS. al-Nisaa [4] ayat 1

Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (QS. al-Nisaa [4] ayat 1).

QS al-Ahzab [33] ayat 52

Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu” (QS al-Ahzab [33] ayat 52).

Berbeda dengan pengawasan yang dilakukan manusia, Allah mengetahui secara pasti dan rinci. Bagi Allah tidak ada perbedaan antara yang tersembunyi dengan yang tampak. Karena Dialah Zat yang pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu, pada masa lalu, saat ini maupun ribuan tahun mendatang. Bahkan sesuatu yang terbersit atau tidak terbersit di dalam hati setiap hamba secara sangat sempurna diketahui-Nya dalam hitungan di luar jangkauan dan sangka manusia. Karena itu, bila saat ini di negeri kita bila terdapat niat dan hasyrat untuk menghancurkan negeri ini atau memakmurkannya, secara sangat detail dan paripurna Allah mengetahuinya. Allah memberi informasi,

QS al-Ra’du [13] ayat 10

Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antara kamu yang merahasiakan ucapannya dan yang berterus-terang dengan ucapan itu dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari” (QS al-Ra’d [13] ayat 10).

Beruntunglah, Allah Maha Mengawasi, sehingga Ia memberi informasi kepada orang-orang beriman agar bisa menghindari kejahatan yang ditimbulkan oleh setan maupun manusia. Dengan Penjagaan dan dan Ilmu-Nya, Allah menginspirasi hamba-hamba-Nya agar tidak tertipu bujuk-rayu kemanisan yang berujung pahit. Termasuk, janji-janji pemimpin di negeri ini, masih banyak hamba yang Allah jaga hingga tidak lupa (terhadap janji itu). Bagi hamba yang telah disapa Allah dengan penjagaan, ilmu, dan pengawasan-Nya, hendaknya terus-menerus menanam kebaikan. Karena kebaikan merupakan  strategi-jitu untuk bisa berperang-tanding mengalahkan dominasi setan di dalam diri, dan penenang amuk-nafsu yang senantiasa ingin diperturuti dan dimanjakan. Allah informasikan,

QS Lukman [31] ayat 16

(Lukman berkata), ‘Hai anakku, sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS Lukman [31] ayat 16).

Advertisements

2 thoughts on “Seri Asmaul Husna: Ar-Raqiib (Yang Maha Mengawasi / The Watchful One)‎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s