Seri Asmaul Husna: Al-Qabidh wa Al-Basith ‎(Yang Maha Menyempitkan dan Melapangkan ‎ ‎/ The Constrictor and The Extender)‎

Al-Qaabidh wa Al-Baasith header

Oleh: Dr. Syamsul Yakin, M.A


Para pakar bahasa memaknai al-Qabidh dengan menahan, menghalangi, menggenggam, dan menyempitkan. Sedangkan al-Basith berarti yang terhampar, memperluas, dan melapangkan.

Kedua kata di atas, dalam bentuk kata benda yang merujuk sebagai sifat Allah, tak sekalipun ditemukan dalam al-Qur’an. Tetapi dalam bentuk kata kerja yang menunjukkan Allah sebagai pelakunya banyak ditemukan dalam al-Qur’an. Misalnya:

QS. Al-Mulk [67] ayat 19

Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan  mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu” (QS. Al-Mulk [67] ayat 19).

QS. Nuh [71] ayat 19-20

Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kami menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu” (QS. Nuh [71] ayat 19-20).

QS. Al-Ruum [30] ayat 48

Allah, Dialah yang mengirimi angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah yang membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya” (QS. Al-Ruum [30] ayat 48).

QS. Al-Baqarah [2] ayat 245

Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS. Al-Baqarah [2] ayat 245).

Dari serangkaian makna ayat di atas, bisa dipahami bahwa Allah dengan kekuasaan-Nya mampu meletakkan langit menggantung di atas bumi tanpa satu tiangpun. Dan Allah menjadikan burung-burung dengan leluasa mampu mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di udara. Allah-lah yang menahan agar burung-burung tersebut tidak jatuh dan tersedot oleh gaya gravitasi bumi. Begitu pula hanya Allah yang sanggup menahan bintang-gemintang serta berbilion-bilion benda langit agar tetap pada garis edarnya tanpa pernah menimbulkan rasa cemas akan menimpa manusia yang ada di bumi.

Bumi yang kita pijak ini dihamparkan Allah untuk kita. Allah memberikan begitu saja tanpa syarat. Tak pernah kita diminta untuk mengganti semua fasilitas yang Allah berikan seperti Air. Sudah berapa literkah kita konsumsi sejak kita masih bayi, berapa ton makanan yang membentuk darah daging dan tenaga yang masuk ke badan kita? Termasuk udara yang kita hirup? Maha suci Allah yang telah mengirimkan angin, lalu angin menggerakkan awan kemudian mengucur air hujan membasahi bumi, menghidupkan tanah yang mati, dan keluar dari perut bumi aneka tumbuhan dan buah-buahan yang dengan kekuasaan-Nya didesain tak ada yang sia-sia bagi manusia.

Tak hanya itu, Allah juga berkuasa menahan rezeki manusia dan sekaligus melapangkannya. Kendati manusia telah berupaya sekuat daya untuk menggali sumber-sumber rezeki dengan pengetahuan dan bantuan teknologi, namun bila Allah yang Maha Menahan berkehendak beda maka alih-alih mendapatkan keberuntungan, yang didapat hanya bencana. Negeri kita misalnya, orang sejagad mengatakannya sebagai negeri yang kaya raya bak surga. Namun rakyatnya hanya sedikit yang sejahtera. Kesulitan dan tertahannya kemakmuran di bumi persada ini, sejatinya, ada dalam skenario-Nya. Allah berkuasa menahan rezeki bagi sebuah bangsa yang kaya raya sehingga terpelanting menjadi negara miskin, sarat beban dan pengangguran, kaya minyak tapi krisis BBM, kaya hutan tapi menimbulkan petaka asap kebakaran yang belum tuntas, subur tetapi menimbulkan kelaparan, lumpuh layuh, polio, flu burung dan kekurangan gizi. Termasuk dianugerahi sumber daya kelautan yang luar biasa, tetapi kesulitan menjaga, mengeksplorasinya. Ikan laut malah mahal.

Advertisements

2 thoughts on “Seri Asmaul Husna: Al-Qabidh wa Al-Basith ‎(Yang Maha Menyempitkan dan Melapangkan ‎ ‎/ The Constrictor and The Extender)‎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s