Seri Asmaul Husna: Al-Khaliq, Al-Baary, Al-Mushawwir‎ ‎(Yang Maha Menciptakan, Maha Menjadikan, Maha Pembentuk / The ‎Creator, The Evolver, The Fashioner)‎

Al-Khaliq, Al-Baary, Al-Mushawwir‎ header

Oleh: Dr. Syamsul Yakin, M.A


Maha  Suci Allah al-Khaaliq yang mengetahui kualitas ciptaan-Nya sehingga secanggih apapun sains dan teknologi saat ini belum bisa menciptakan seperti yang Allah ciptakan. Misalnya air, udara, tanah, hujan, angin, bebatuan, tumbuhan, termasuk menciptakan manusia. Manusia hanya mampu memodifikasi tetumbuhan menjadi makanan, meja, kursi, bahan bangunan, dan mengolah tanah dan air untuk usaha pertanian dan seterusnya.

Allah al-Baary-lah sejatinya yang telah menciptakan dan mengadakan semua anasir dan semua yang ada di alam semesta dari tiada menjadi ada. Semua makhluk di bawah kekuasaan-Nya diciptakan tanpa contoh sebelumnya.  Allah al-Mushawwir secara original memberi setiap makhluk bentuk, jenis, model, isi, dan kekhasan masing-masing.

Allah Al-Khaaliq, dengan begitu tidak hanya menciptakan begitu saja makhluk di jagat raya ini. Tetapi semuanya terstruktur dan terukur. Seperti beratnya, luasnya, besarnya, panjang-lebarnya, jumlahnya, daya tahannya, dan sebagainya. Bayangkan manakala bumi tempat kita hidup ini luasnya hanya cukup untuk menampung manusia satu miliar saja padahal jumlah makhluk yang mendiami bumi saat ini sudah lebih 6 (enam) miliar.

Begitu pula keseimbangan antara kebutuhan makan minum manusia dengan persediaan sumber daya alam yang tidak seimbang. Pasti  akan menimbulkan perebutan dan peperangan antar penghuni bumi. Yakni manusia dengan manusia di satu pihak dan binatang dengan binatang di pihak lain. Bahkan lebih dahsyat lagi peperangan antar kedua jenis makhluk itu. Saat ini Allah Al-Khaaliq telah siapkan semua kebutuhan makhluk hidup. Namun  peperangan, konflik, perebutan kekuasaan, dan huru-hara masih saja terjadi. Apa jadinya makhluk bernama manusia ini bila Allah ciptakan bumi dan seisinya ini apa adanya; serba kurang, serba sempit, dan gersang? Tidak hanya itu, Allah Al-Mushawwir, kemudian memperhalus dan memperindah ciptaan-Nya yang original. Gunung, misalnya, tidak hanya luas, besar dan tinggi tapi juga menggetarkan siapa saja yang melihatnya karena indah memukau dipandang. Pun lautan. Allah Al-Baary tidak hanya mengadakan dari ketiadaan, tapi Allah Al-Mushawwir percantik lautan biru itu lengkap dengan pesona dan kesenangan dan potensi yang tak pernah habis-habisnya bagi kebutuhan manusia. Maha Benar Allah, yang mengatakan dalam makna ayat,

QS. Al-Sajadah [32] ayat 7

(Allah) yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya...” (QS. Al-Sajadah [32] ayat 7).

Begitu pula penciptaan manusia, kendati manusia modern keras kepala, gemar membuat munkar, kerusakan, malapetaka, dan kehancuran, namun sebenarnya manusia oleh Allah Al-Mushawwir diciptakan sebaik-baiknya tampilan fisik (bentuk).

Bagi pribadi berzikir ketiga asmaul husna di atas hendaknya dipahami bahwa harus terus-menerus memperbaiki kualitas kemanusiaannya yang tidak hanya tercipta secara orisinil, kokoh-kuat, berakal dan berbentuk menarik. Keluhuran akhlak, cinta kasih, terus menerus meningkatkan kualitas penghambaannya kepada Allah, dan memberikan perhatian kepada mereka yang lemah, miskin, dan terbelakang merupakan bukti pengamalan ketiga sifat Allah ini.

Mudah-mudahan Allah Al-Baary memberikan kekuatan kepada kita untuk menciptakan perubahan dan perbaikan dan bermanfaat bagi manusia dan seluruh makhluk di  jagat raya. Tanpa pernah kita memandang ringan ataupun beratnya, lama maupun sebentar. Kita juga bermohon agar Allah Al-Mushawwir hiasi jagat kasar kita dengan kelembutan hati dan keindahan perangai. Begitu juga untuk bangsa dan negara ini yang kian hari terasa kian sarat beban, kepada Allah Yang Mengetahui kadar makhluk-Nya kita mohon agar senantiasa diberikan kekuatan, kesanggupan, dan kesabaran dalam membangun negeri menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur. Aamiin*


Seri Asmaul Husna lainnya:

 Al'Aziz (Yang Maha Perkasa)  || Al-Jabbaar (Yang Maha Memaksa)   
 Al-Khaliq, Al-Baary, Al-Mushawwir  

Dr. Syamsul Yakin, M.A adalah Pengasuh Pondok Pesantren Madinatul Qur’an, Depok & Dosen Pascasarjana FIDKOM UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Advertisements

One thought on “Seri Asmaul Husna: Al-Khaliq, Al-Baary, Al-Mushawwir‎ ‎(Yang Maha Menciptakan, Maha Menjadikan, Maha Pembentuk / The ‎Creator, The Evolver, The Fashioner)‎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s