Seri Asmaul Husna: Al-Jabbaar ‎‎‎(Yang Maha Memaksa / The Compeller, The Omnipotent One)‎

Al-Jabbaar header

Oleh: Dr. Syamsul Yakin, M.A


Mahasuci Allah yang kehendak-Nya tidak dapat dibantah sekalian makhluk dan seluruh alam semesta. Allah memaksa matahari dan bulan bergantian menebarkan cahaya bagi manusia di bumi. Siang dan malam terus menerus silih berganti dalam jutaan ribu tahun dengan tanpa pernah mengingkari Allah sebagai Al-Jabbar. Pun Allah Al-Jabbar, Maha Pemaksa, telah “memaksa” jutaan planet, bintang, dan gugusan bima sakti untuk tetap berotasi di garis edar seperti yang telah dititahkan-Nya. Tak satu pun di antara mereka yang mampu melepaskan diri dari kehendak-Nya itu. Segalanya tunduk di bawah aturan Allah yang Maha Pengatur. Sungguh akan ditimpahkan malapetaka bagi siapa yang menyeleweng dari ketentuan-Nya itu.

Secara psikologis, manusia memiliki potensi untuk mengembangkan bakat kebaikannya. Termasuk talenta ke arah pengrusakan, fasid, konflik, dan kebrutalan. Tapi manusia yang telah mengalami proses pencerahan tidak lagi hidup potensi destruktifnya. Alasannya, karena kalah agresif oleh nur-konstruktif yang lebih mendominasi hati, pikiran, dan seluruh tingkah-lakunya. Nur-perbaikan / kebaikan yang dimilikinya telah mematikan talenta api-amarah sehingga yang ada adalah baik sangka kepada sesama, cinta dan rasa kasih, bernafsu untuk berbuat baik, senantiasa menolong, dan selalu sibuk memperbaiki diri. Semua persoalan dalam kehidupan seperti susah-senang, pahit-manis, sedih-gembira, kaya-miskin, dan segalanya dipahami sebagai bagian dari fenomena ujian Allah kepada makhluk-Nya untuk membuktikan siapa yang paling baik imannya.

Ketika berdoa, kita kerap memaksakan kehendak kita kepada Allah. Permohonan kebaikan di dunia dan akhirat yang kita panjatkan selalu berdasarkan versi-versi yang kita inginkan. Padahal yang paling mengetahui kebaikan dan kebutuhan kita hanyalah Allah Yang Maha Berkehendak. Ketika Allah uji kita dengan tanah longsor, sakit menahun, kesulitan ekonomi, diberhentikan dari pekerjaan, rugi dalam perniagaan, cacat tubuh, dan kebakaran kita sering berprasangka buruk kepada-Nya. Padahal Allah Maha Mengetahui apa yang paling baik untuk diri kita. Dan sesuatu yang terjadi di kemudian hari ada dalam ilmu dan kehendak-Nya. Karena itu, relakanlah kehendak-Nya kepada kita. Kendati  itu terasa perih, sedih, sakit tak berperi, karena semua itu sejatinya adalah Cinta, Kasih, dan Ridho dari-Nya. Cukuplah, kalam mulia-Nya kita pegang teguh,

QS. Thaha [20] ayat 111

Semua muka tunduk kepada Yang Maha Hidup lagi Maha Pengatur dan sungguh celakalah orang-orang yang berbuat kezaliman”. (QS. Thaha [20] ayat 111).

Pribadi berzikir yang meladeni sifat Allah ini akan terselamatkan dari perbuatan yang selalu memaksakan kehendak berdasarkan kepentingan pribadi (self interest). Baik-buruk persoalan tidak melulu dinilai berdasarkan jasad telanjang, hitam-putih, manfaat yang bersifat instan tetapi lebih jauh dikomunikasikan terlebih dahulu kepada al-Jabbar. Karena dalam kehidupan yang penuh dengan puja-puji dan caci-maki ini seringkali menipu. Yang tampak begitu manis ternyata berujung pahit bahkan sangat pahit.

Mudah-mudahan Allah Al-Jabbar senantiasa berkehendak agar kita mampu memaksa diri ini supaya taat dan tunduk kepada-Nya. Umur yang tersisa bisa dipergunakan untuk memaksa potensi buruk menjadi amal shalih. Kendatipun berat, mudah-mudahan kita termasuk kedalam golongan mereka yang wafat dalam khusnul khatimah dan diberikan kesempatan untuk bertobat. Amin!*


Seri Asmaul Husna lainnya:

 Al'Aziz (Yang Maha Perkasa)  || Al-Jabbaar (Yang Maha Memaksa)   

Dr. Syamsul Yakin, M.A adalah Pengasuh Pondok Pesantren Madinatul Qur’an, Depok & Dosen Pascasarjana FIDKOM UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Advertisements

2 thoughts on “Seri Asmaul Husna: Al-Jabbaar ‎‎‎(Yang Maha Memaksa / The Compeller, The Omnipotent One)‎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s