Seri Asmaul Husna: Al-Ghafur ‎(Yang Maha Pengampun / The All-Forgiving)‎

Al-Ghafuur header

Oleh: Dr. Syamsul Yakin, M.A


Dalam satu kesempatan Almarhum Nurcholish Madjid pernah bertutur, “Bangsa kita telah mengalami malapetaka dahsyat karena sebagian kita lupa akan pesan kisah Adam dan Hawa. Kita telah melanggar perjanjian antara manusia dan Tuhan, dan kita terjang larangan-Nya, kita langgar batas ketentuan-Nya”.

Kini, sepenggal pesan itu terus saja relevan dengan kehidupan kita yang penuh carut-marut akibat hantaman berbagai bencana, termasuk bencana budaya. Peristiwa “kejatuhan” Adam dan Hawa belum memberi makna bagi kita. Kita belum sadar bahwa manusia adalah makhluk yang berpotensi berdosa dan karena itu harus senantiasa memohon ampun kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan Yang Maha Pengampun.

Dalam al-Qur’an  Allah mendeklarasikan diri sebagai Tuhan Yang Maha Pengampun atau al-Ghafur, al-Ghaffar, al-Ghafir. Secara bahasa, kata  al-Ghafur, al-Ghaffar, dan al-Ghafir memiliki akar kata yang sama, yakni gha-fa-ra. Tetapi para ahli bahasa memberikan penekanan makna yang tidak sama pada ketiga kata itu. Kendati semua kata berarti Maha Pengampun, tetapi kata al-Ghafur lebih hebat maknanya ketimbang al-Ghaffar.

Al-Ghaffar sendiri lebih dahsyat kandungan maknanya dari al-Ghafir. Dan dari segi kemunculannya dalam al-Qur’an, kata al-Ghaffar hanya terdapat lima kali dalam al-Qur’an sedangkan al-Ghafur mencapai 91 kali. Sifat Allah Yang Maha Pengampun ini kerap-kali berangkaian dengan kata lain, seperti al-Rahim, al-Halim, al-‘Afuw dan lainnya. Berdasarkan penelitian para ahli, hanya dua kali kata al-Ghafur yang berdiri sendiri.

Dalam perspektif al-Qur’an, ketika seorang memohon ampunan kepada Allah, maka artinya yang diminta dari Allah adalah penghapusan dan penghilangan dosa serta pemberian maaf. Misalnya:

QS. Alu Imran [3] ayat 147

Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” (QS. Alu Imran [3] ayat 147).

QS. Nuh [71] ayat 10

Mohon ampunlah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.” (QS. Nuh [71] ayat 10).

Selain itu, manusia mengakui bahwa Allah adalah Yang Maha Mengampuni dan banyak memberi ampun. Inilah jaminan Allah itu:

QS. al-Baqarah [2] ayat 199

Sesungguhnya Allah adalah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Baqarah [2] ayat 199).

Berdasar ayat ini, hakikatnya ampunan Allah diberikan semata-mata karena rahmat dan kasih-Nya yang sangat dalam kepada manusia.

Advertisements

3 thoughts on “Seri Asmaul Husna: Al-Ghafur ‎(Yang Maha Pengampun / The All-Forgiving)‎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s