Seri Asmaul Husna: Al-Wakiil ‎(Yang Maha Mewakili / The Trustee)

Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai al-Wakil atau Yang Maha Mewakili. Ia mengajarkan umat manusia seperti apa seharusnya menjadi wakil itu. Apa yang harus diberikan kepada yang berwakil. Tentu bukan seperti manusia yang hanya mencari popularitas dan tujuan-tujuan politik-ekonomi tertentu. Allah tidak butuh pengakuan manusia. Allah tidak pernah menarik keuntungan atas kebaikan manusia. Pun, amal-ibadah sekian miliar hamba dalam sehari tidak menambah eksistensi-Nya sebagai Tuhan di mata sekian billion makhluk ciptaan-Nya.

Advertisements

Seri Asmaul Husna: Al-Haq ‎(Yang Maha Benar / The Truth)

Apakah makna ”haq” itu dan seperti apa spektrum artinya ketika Allah disebut sebagai al-Haq? Secara bahasa kata yang terulang sebanyak 227 kali dalam al-Qur’an ini dapat disebut sebagai lawan dari kata bathil. Secara lebih mendalam, para pakar bahasa mengartikannya sebagai sesuatu yang pasti, yang benar, mantap dan tidak berubah. Seperti doa setelah tahajud di atas yang bersumber dari Ibnu Abbas, r.a dan ditulis oleh Bukhari dan Muslim dalam kitab induk hadits mereka, ”Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu benar. Surga-Mu nyata. Neraka itu benar. Dan kiamat itu pasti”.

Seri Asmaul Husna: Al-Baa’its ‎(Yang Maha Membangkitkan / The Resurrector)‎

Dialah Allah al-Ba’its atau Yang Maha Membangkitkan. Secara lebih pasti nanti apakah manusia dibangkitkan secara ruhani atau jasmani atau bahkan keduanya adalah hak prerogatif Allah semata. Lebih jauh, kita hanya bisa membaca dari firman-Nya dan tuntutan Nabi SAW mengenai hal ini. Karena itu, mari kita eksplorasi dan pelajari makna Allah sebagai al-Ba’its.

Seri Asmaul Husna: Ar-Raqiib (Yang Maha Mengawasi / The Watchful One)‎

Al-Raqib adalah sifat Allah yang merangkai sifat al-‘Alim (Maha Mengetahui) dan al-Hafidz (Maha Memelihara). Allah mengetahui dan memelihara segala sesuatu, termasuk benda yang lebih kecil dari atom, yang melayang-layang di antara langit dan bumi, dan semua yang bersarang di perut semua makhluk-Nya. Untuk mengawasi, mengetahui, dan memelihara semua itu, Allah tidak membutuhkan istirahat, energi, dan mengantuk.

Seri Asmaul Husna: Al-Ghafur ‎(Yang Maha Pengampun / The All-Forgiving)‎

Dalam al-Qur’an Allah mendeklarasikan diri sebagai Tuhan Yang Maha Pengampun atau al-Ghafur, al-Ghaffar, al-Ghafir. Secara bahasa, kata al-Ghafur, al-Ghaffar, dan al-Ghafir memiliki akar kata yang sama, yakni gha-fa-ra. Tetapi para ahli bahasa memberikan penekanan makna yang tidak sama pada ketiga kata itu. Kendati semua kata berarti Maha Pengampun, tetapi kata al-Ghafur lebih hebat maknanya ketimbang al-Ghaffar.

Seri Asmaul Husna: Al-Lathif ‎(Yang Maha Lembut / The Gentle, The Knower of Subtleties)‎

Memahami Allah sebagai al-Lathif merupakan langkah mewarisi semua sistem yang ditinggalkan Nabi. Karena al-Lathif menggugah kita untuk menangkap Ke-Maha- Lembutan akan kekuatan-Nya dan Ke-Maha-Halusan akan ilmu dan keperkasaan-Nya. Saking Maha Lembut dan Halusnya, segala sesuatu tentang Allah tidak terlacak sekalipun dengan alat yang paling mutakhir, shopisticated. Manusia hanya bisa terpana ketika tiba-tiba beroleh bahagia tiada tara atau terkubur di titik bencana.