SDI Plus At-Toyibah, Bersinar di Tengah Keterbatasan

Sekolah Dasar Islam (SDI) Plus At-Toyibah barangkali merupakan potret sebuah lembaga pendidikan Islam yang dibutuhkan namun "minim perhatian". Sekolah yang terbilang favorit ini, terus berusaha melangkah maju di tengah berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Favorit? Ya! Betapa tidak, pada saat banyak sekolah swasta lainnya yang "menjerit" karena kekurangan murid, sekolah ini malah "terpaksa" menolak murid karena keterbatasan ruang kelas!

Advertisements

Seri Doa Hari Ini (15): Doa untuk Kemampuan Berkomunikasi

Nabi Musa memohon kepada Allah agar melapangkan hatinya sehingga ‎mampu melaksanakan tugas besar yang diamanahkan Allah SWT tanpa beban kejiwaan. Terutama, ‎ketika menghadapi Fir’aun, raja Mesir yang mengaku Tuhan.‎ Doa ini, tulis Amanullah Halim, mengajarkan kepada kita bahwa jika kita melaksanakan suatu tugas ‎penting dengan berat hati, itu berarti sepertiga potensi kita telah terbuang sia-sia. Sebaliknya, jika ‎kita melaksanakannya dengan hati lapang dan penuh suka cita atau kita merasa senang dengan ‎tugas yang dilakukan, maka sesungguhnya hal itu akan melipatgandakan kekuatan kita. Selain faktor ‎kejiwaan yang positif dalam menjalankan tugas, dibutuhkan kuasa Allah untuk memudahkan ‎pekerjaan besar yang dihadapi. Dalam menghadapi Fir’aun, Nabi Musa merangkaikan keduanya.‎

Seri Doa Hari Ini (14): Doa Mohon Jodoh dan Keturunan

Pengarang Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an, Sayyid Quthb, menyatakan bahwa ayat di atas berbicara ‎tentang “perasaan fitrah keimanan yang mendalam”. Perasaan senang untuk menambah bilangan ‎orang-orang yang berjalan di jalan Allah. Yakni, keturunan dan pasangan mereka. Karena mereka itu ‎adalah orang-orang yang terdekat. Apalagi anak dan isteri adalah amanah dari Allah yang kelak ‎dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, dengan doa di atas kita berharap beroleh jodoh dan ‎keturunan dengan kriteria ”penyenang hati” dan ”imam bagi orang-orang bertakwa”. ‎

Seri Doa Hari Ini (13): Doa Nabi Yunus

Nabi Yunus mengawali doanya dengan tauhid, kemudian tasbih dan pujian, kemudian istighfar dan pengakuan telah berbuat zalim. Ini tentu jadi formula penting bagi kita manakala kita berdoa, maka hendaknya mengawalinya dengan hal yang sama. Tentu ini bukan semata etika komunikasi doa, tapi lebih kepada ”titah langit” yang taken for granted.

Seri Doa Hari Ini (12): Doa Mohon Kesembuhan

Doa di atas adalah doa Nabi Ayyub. Nabi Ayyub adalah salah seorang dari para nabi yang terkenal kesabarannya. Karena hal itu, ia menjadi bahan pembicaraan semua orang. Termasuk kita, generasi saat ini, yang ingin belajar bersabar dengan terus berobat dan berdoa kepada Allah Sang Penyembuh manakala kita dirundung sakit. Kita meyakini bahwa penyakit itu sejatinya adalah makhluk yang tidak lebih mulia dari kita. Saatnya, kita belajar kepada Nabi Ayyub untuk mengalahkan dominasi makhluk tersebut. Sebab, dialah sang nabi yang mengalami penderitaan namun tetap meyakini Allah adalah yang paling pengasih. Terbukti, dengan keyakinan itu, Nabi Ayyub sembuh.

Seri Doa Hari Ini (11): Doa Agar Selalu Melaksanakan Salat

Nabi Ibrahim menggunakan frasa “wamin dzurriyati (dan juga keturunanku)” pada dua kesempatan, yaitu: Pertama, menyangkut masalah penegakan shalat bagi keturunannya; dan Kedua, menyangkut kepemimpinan anak cucunya. Namun, ungkap Jalaluddin al-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain, Nabi Ibrahim di dalam doanya ini sengaja memakai preposisi “min” yang menunjukkan makna sebagian, karena Allah SWT memberitahukan kepadanya bahwa di antara anak cucunya itu terdapat orang yang menjadi kafir.