Seri Asmaul Husna: Al-Waasi’ (Yang Maha Luas / The All-Embracing)

Al-Waasi' Background

Oleh: Dr. Syamsul Yakin, M.A


Dalam surat Alu Imran [3] ayat 73, Allah menegaskan,

QS Alu Imran [3] ayat 73

Katakanlah, ‘sesungguhnya karunia itu di tangan Allah. Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

QS an-Nur [24] ayat 32

Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS an-Nur [24] ayat 32).

Tapi mengapa kehidupan masyarakat di negeri ini dalam berbagai segi dililit sempit? Padahal negeri ini berlimpah komoditas, seperti hutan, lautan, berbagai tetumbuhan. Apalagi, kita berpenduduk lebih dari dua ratus enam puluh juta, sebuah potensi besar  untuk menegakkan cita membangun bangsa yang sejahtera, berkeadilan, dan berperadaban. Mungkinkah karena tingkah kita selama ini melanggar sebuah doa Nabi?: “Ya Allah, siapa saja yang menjadi pengatur urusan umatku, kemudian ia memberatkan mereka, maka beratkan ia. Siapa saja yang menjadi pengatur urusan umatku, kemudian ia bersikap lemah-lembut kepada mereka, maka lemah-lembutlah Engkau kepadanya.” (HR. Muslim).

Kadang kita memperluas yang sebenarnya sempit, dan membuat sempit persoalan yang sebenarnya luas dan mencakup hajat hidup manusia. Inilah buah dari perbuatan kita itu: kesengsaraan, degradasi, kemelaratan, kebodohan, pertikaian, perpecahan, perselisihan, kriminalitas, pembunuhan, kurang gizi dan malnutrisi, hujan musibah dan bencana alam (tsunami, gempa bumi, lumpur menyembur, gunung meletus, aneka rupa kecelakaan baik di darat, laut, maupun di udara). Krisis kepercayaan dan saling-tuduh, beragam konflik yang mengelilingi, di negeri ini adalah buah laain yang biasa dinikmati sehari-hari.

Saatnya kita memahami sifat Allah yang mencakup segala sesuatu, Yang Maha Luas atau al-Waasi’. Menurut Quraish Shihab, spektrum makna al-Waasi’ dalam al-Qur’an sangat bersegi banyak, yakni: izin arah kiblat salat dalam perjalanan (QS al-Baqarah [2]: 115), ihwal Thalut sebagai raja Bani Israil (QS al-Baqarah [2]: 247), pelipatgandaan sedekah (QS. al-Baqarah [2] : 261), balasan zakat dan sedekah (QS. al-Baqarah [2] : 28), petunjuk keagamaan daan kekuatan hujjah (QS Alu Iman [3] : 73, QS al-Maidah [5] : 54), ihwal kekayaan materi (QS al-Nur [24] : 32), pengampunan (QS aal-Najm [53] : 32), dan perceraian suami isteri (QS al-Nisa [4] : 130).

Rangkaian ayat tersebut sejatinya meyakinkan kita bahwa Allah Yang Maha Luas itu adalah: Dia Yang Maha Luas Kedermawanan-Nya, siapapun terlimpahi rizki. Dia Maha Luas Kekayaan-Nya, semua makhluk secara sempurna menikmati kucuran kekayaan-Nya. Ia Maha Luas Ilmu Pengetahuan-Nya, sehingga Allah mustahil keliru dan salah dalam mengatur hajat dan kebutuhan hidup manusia. Dengan semua itu, Allah tidak keliru mengapa manusia harus dibuat kaya atau miskin, sehat atau sakit, sengsara atau bahagia. Manusia saja yang sempit  ilmunya sehingga sulit menguak semua Kehendak Allah kepadanya. Sejatinya, sebagai hamba dari Allah al-Waasi’, kita bisa memahami makna terdalam dari gelegar petir di angkasa, gerak awan yang berarak, rinai hujan dan gerimis, debur ombak di lautan, dahan yang patah dan ranting yang kering serta daun yang melayang jatuh. Bagi kita, semua itu adalah kebaikan yang diperlukan untuk keberlangsungan hidup semua makhluk. Skenarionya  dibuat secara menarik dan sarat rahasia oleh al-Waasi’. Allah katakan,

QS Thahaa [20] ayat 98

Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.” (QS Thahaa [20] ayat 98).

Advertisements

3 thoughts on “Seri Asmaul Husna: Al-Waasi’ (Yang Maha Luas / The All-Embracing)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s