Oleh: Dr. Syamsul Yakin, M.A


Hanya sekali Allah menggelari diri-Nya dengan al-Fattah dalam al-Qur’an, yakni dalam surat Saba [24] ayat 26. Namun, derivasi dari kata ini banyak ditemukan dalam al-Qur’an. Misalnya:

QS. Al-Fattah [48] ayat 1

Sesungguhnya Kami telah memenangkan engkau dengan kemenangan yang jelas.” (QS. Al-Fattah [48] ayat 1).

QS. Al-An’am [6] ayat 59

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci pembuka semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, …” (QS. Al-An’am [6] ayat 59).

QS. al-Araf [7] ayat 89

“… Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan adil dan Engkaulah pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.” (QS. al-Araf [7] ayat 89).

QS. Faathir [35] ayat 2

Apa-apa yang dianugerahkan Allah kepada manusia dari rahmat Allah maka tidak ada yang dapat menahannya, …” (QS. Faathir [35] ayat 2)

Dari ayat-ayat di atas bisa dipahami bahwa Allah adalah “pembuka kemenangan, pembuka segala yang ghaib, pemberi keputusan yang terbaik, dan pembuka anugerah dan rahmat bagi manusia”. Allah juga pembuka pintu rezeki, seperti Allah kemukakan:

QS. Saba [34] ayat 24-26

Katakanlah (wahai Muhammad) ‘Siapakah yang memberi kamu rezeki dari langit dan dari bumi?’ Katakanlah, ‘Allah”, dan sesungguhnya kami atau kamu yang berada di atas petunjuk atau dalam kesesatan yang nyata. Katakanlah ‘kamu tidak akan ditanya tentang dosa-dosa yang kami perbuat; kami (juga) tidak akan ditanya tentang apa-apa yang kamu perbuat’. Katakanlah. ‘Tuhan kita, akan mengumpulkan antara kita, kemudian memberi keputusan antara kita dengan benar, dan Dialah Maha Pemberi Putusan, lagi Maha Mengetahui”. (QS. Saba [34] ayat 24-26).

Semestinya kita kian mengerti bahwa kita tidak sendiri di dunia ini. Kita selalu dilindungi oleh yang Maha Pembuka. Bila saja kita menambatkan semua harapan, cita, dan problem hanya kepada-Nya, niscaya tidak ada kesulitan atau kekurangan apapun yang menimpa kita, Sang Maha Pembuka pasti akan memberi jalan bagi masalah keluarga kita yang mengalami disharmonis, menuntun kita untuk menemukan teman hidup sejati, membimbing kita untuk selalu taat, berlaku adil, mudah memaafkan dan meminta maaf. Kalau saat ini kita sedang gusar ihwal cita-cita kita yang belum sampai, dengan memohonkan dan menzikirkan al-Fattah, pastilah Allah akan menganugerahkan rahmat-Nya tanpa ada orang yang mampu menahannya. Tetapi selama ini mengapa kita lebih suka termenung dan bingung, padahal di sisi kita ada al-Fattah?

Advertisements

Pages: 1 2 3