Oleh: Dr. Syamsul Yakin, M.A


Nabi Muhammad SAW bersabda, seperti tertulis dalam hadits riwayat Ahmad, “Sesungguhnya aku mohon kepada Allah tiga hal. Dua permohonanku diterima dan yang satu ditolak. Aku mohon agar umatku tidak hancur oleh bencana alam, permohonanku diterima; aku mohon agar umatku tidak hancur oleh musuh-musuhnya, permohonanku pun diterima; dan aku mohon agar mereka tidak hancur oleh keganasan sesama mereka, permintaanku ditolak”.

Ditolak? Bukankah Allah adalah Sang Maha Mengabulkan, al-Mujiib? Para ulama bahkan kerap berkata bahwa Allah memenuhi mereka yang meminta, mengabulkan yang berdoa, membela yang sengsara dan teraniaya. Bahkan manusia Allah buat bertabur bahagia sebelum sempat berdoa, diberi karunia sebelum tergerak  meminta. Sejak masa azali yang dini, Allah siapkan kebutuhan manusia, diminta atau tidak. Untuk manusia, Allah telah mengatur sebab dan mendesain akibat.

Secara normatif, Allah meyakinkan kaum mukmin:

QS al-Mumin [40]: 60

“…Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu!…” (QS Ghafir / al-Mumin [40]: 60).

Dalam bahasa yang hampir serupa, Allah katakan di surat yang berbeda,

QS Hud [11] : 61

Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS Hud [11] : 61).

QS al-Baqarah [2] : 186

“… Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, …” (QS al-Baqarah [2] : 186).

Pendek kata, dalam al-Qur’an banyak ayat yang menunjuk Allah Maha Mengabulkan.

Dalam al-Qur’an, hanya Tuhan orang musyrik, kafir, dan sesat saja yang tidak bisa mengabulkan pinta hambanya. Seperti diilustrasikan al-Qur’an,

QS al-A’raaf [7] :194

“… Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu,  jika kamu memang orang-orang yang benar.” (QS al-A’raaf [7] :194).

QS al-Kahfi [18]: 52

Mereka lalu memanggilnya, tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka …” (QS al-Kahfi [18]: 52).

QS al-Ahqaf [46]: 5

Siapakah yang lebih sesat dari orang yang menyembah selain Allah yang tidak dapat memperkenankan (doanya) hingga hari kiamat?…” (QS al-Ahqaf [46]: 5).

Advertisements

Pages: 1 2 3