Seri Asmaul Husna: Al-‘Azhiim (Yang Maha Agung / The Magnificent)

Al-'Azhiim Background

 

Oleh: Dr. Syamsul Yakin, M.A


Sesungguhnya setiap detik dalam kehidupan manusia adalah momen alam semesta. Momen itu tak pernah terulangi, apalagi kembali. Sebagai “jagat kecil”, manusia senantiasa berpelukan dengan “sang jagat besar”, yakni alam semesta yang besarnya tiada tara. Namun sejurus, manusia boleh melempar tanya, keagungan manusia yang membuat terlena atau kebesaran alam semesta yang di luar akal manusia, siapakah yang berkuasa mengaturnya, menggerakkannya, dan bahkan, kelak, berkuasa menghancurkannya? Dialah Allah Yang Maha Agung.

Kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi, seperti yang diinformasikan al-Qur’an,

QS. al-Baqarah [2] : 255

Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi dan Maha Besar.” (QS. al-Baqarah [2] : 255).

QS. al-Syura [42] ayat 4

Kekuasaannyalah apa yang ada di langit dan dan apa yang ada di bumi. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. al-Syura [42] : 4).

QS. al-Waqi’ah [56] ayat 74

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Maha Besar” (QS. al-Waqi’ah [56] : 74).

Seperti apa luas alam semesta? Manusia tak kuasa menjawabnya. Manusia hanya beroleh sejumput berita. Yakni, di dalam sistem tata surya dikenal ada Galaksi (gugusan bintang) Bimasakti yang terdiri dari sekitar 200 miliar bintang. Bintang adalah benda langit yang bercahaya. Jadi bumi sendiri belum dihitung, karena bukan bintang. Ini baru gugusan bintang yang dinamai Bimasakti. Padahal di luar Bimasakti, masih terdapat bermiliar-miliar galaksi. Dan diperkirakan terdapat 1.000 triliun planet dan bintang. Semua Allah atur dan berjalan sesuai orbitnya dengan kecepatan kira-kira 65.000 kilometer per detik.

Di mana semua benda langit itu Allah tempatkan? Padahal benda-benda langit itu sangat besar, bahkan ada yang besarnya ribuan kali dari matahari dan jarak di antara benda-benda langit luar biasa jauhnya. Manusia beroleh berita, ada benda langit yang jaraknya dari bumi jutaan tahun cahaya. Padahal satu tahun kecepatan cahaya saja adalah sekitar 9.416 miliar kilometer atau setara dengan 10.000 tahun. Bagaimana dengan jarak jutaan tahun cahaya?  Sungguh, Allah Maha Agung. Dan manusia begitu kecil, begitu kerdil. Tapi manusia tidak tahu atau pura-pura tidak tahu kekerdilan dan kekecilannya.

Advertisements

3 thoughts on “Seri Asmaul Husna: Al-‘Azhiim (Yang Maha Agung / The Magnificent)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s