Seri Asmaul Husna: Al-Qawiy (Yang Maha Kuat / The Strongest)

Muhammad Ash-Shahim dalam Asmau Allah il-Husnaa lil Athfaal, mengatakan makna al-Qawiy sama dengan al-Matiin, yakni tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan-Nya. Tidak ada keagungan yang lebih mulia dibanding dengan keagungan-Nya. Semua makhluk di hadapan Allah adalah lemah. Sebab Dialah pemilik kekuatan hakiki yang tidak pernah akan mengalami kelemahan selamanya. Perbedaan keduanya, bagi Mahmud Samiy dalam Mukhtashar fi Ma’ani Asma Allah al-Husna, al-Qawiy menunjukkan kekuasaan yang sempurna, dan al-Matiin menunjukkan kekuatan yang sangat.

Selamat Berjuang Puteraku!

Selamat berjuang puteraku Muhammad Faisal Hakim! Seperti namamu, kami yakin kau akan menjadi seorang manusia yang berakhlak terpuji, menjadi penengah bagi masalah-masalah yang terjadi di sekelilingmu dan mampu memberikan keputusan yang adil dan bijak bagi semua. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kekuatan kepadamu selama menuntut ilmu di pesantren dan menyelesaikannya secara sempurna kemudian kembali sebagai “pribadi yang baru, yang taat dan berbakti kepada Allah dan Rasul-Nya, kedua orang tua dan menjadi manusia yang berguna bagi sesama”.

Seri Asmaul Husna: Al-Waliy (Yang Maha Melindungi / The Protector, The Supporter)

Di luar dari keempat model di atas, sejatinya siapapun yang memproklamirkan diri sebagai wali orang-orang mukmin, maka dia harus memperagakan sifat-sifat al-Waliy. Sekali lagi, sifat al-Waliy itu adalah penuh rasa cinta, senang menolong, pandai menyelesaikan urusan makhluk-Nya, dan selalu menebar kebaikan buat semua hamba-Nya. Sebagai al-Waliy, Allah telah memberikan semua itu kepada orang-orang yang bertakwa.

Seri Asmaul Husna: Al-Karim (Yang Maha Mulia / The Most Generous, The Most Esteemed)

Salah satu sifat Allah yang tidak hanya disandangkan kepada-Nya tetapi disandingkan ‎juga kepada ‎makhluk-Nya adalah al-Karim atau Yang Maha Mulia. Allah menyatakan ‎bahwa al-Qur’an adalah ‎bacaan mulia. Malaikat Jibril sebagai penyampai wahyu yang ‎mulia. Dari bangsa manusia, ‎Muhammad SAW adalah termasuk makhluk (seorang ‎rasul) yang juga dikatakan mulia.‎

Seri Asmaul Husna: Al-Fattaah (Yang Maha Pembuka / The Supreme Solver, The Opener‎)

Saatnya kita kembali optimis dan menata kembali semua asa. Kita perbaiki semua kualitas keimanan kita kepada-Nya. Bagi orang-orang beriman dan menggantungkan harapannya kepada Allah, maka ketika ia terjun dalam dakwah, perbaikan sosial, peningkatan ekonomi maupun upaya pengentasan kemiskinan dan kebodohan, termasuk sedang bertarung merebut kekuasaan politik pastilah al-Fattah akan memberikan kemenangan yang jelas, akan membuka tabir yang selama ini tersembunyi, memunculkan sesuatu yang selama ini tidak pernah terdetak dalam hati.

Seri Asmaul Husna: Al-Waasi’ (Yang Maha Luas / The All-Embracing)

Saatnya kita memahami sifat Allah yang mencakup segala sesuatu, Yang Maha Luas atau al-Waasi’. Menurut Quraish Shihab, spektrum makna al-Waasi’ dalam al-Qur’an sangat bersegi banyak, yakni: izin arah kiblat salat dalam perjalanan (QS al-Baqarah [2]: 115), ihwal Thalut sebagai raja Bani Israil (QS al-Baqarah [2]: 247), pelipatgandaan sedekah (QS. al-Baqarah [2] : 261), balasan zakat dan sedekah (QS. al-Baqarah [2] : 28), petunjuk keagamaan daan kekuatan hujjah (QS Alu Iman [3] : 73, QS al-Maidah [5] : 54), ihwal kekayaan materi (QS al-Nur [24] : 32), pengampunan (QS aal-Najm [53] : 32), dan perceraian suami isteri (QS al-Nisa [4] : 130).