Kewajiban Seorang Muslim Terhadap Jenazah (Bagian 2)

Kuburan Muslim Tanah Baru

Selain itu, perkataan (baik pujian atau pun celaan) yang dialamatkan kepada jenazah adalah persaksian terhadap jenazah itu. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam mengatakan “pujian atau pun celaan” terhadap jenazah jika anda “tidak tahu kondisi yang sebenarnya.”


Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertemu dengan rombongan yang membawa jenazah. Para sahabat kemudian memberikan pujian terhadap jenazah tersebut, seraya berkata: “jenazah itu baik”. Mendengar pujian tersebut, maka Nabi berkata: “wajabat” (pasti masuk surga) tiga kali. Kemudian Nabi SAW bertemu lagi dengan rombongan yang membawa jenazah lain. Ternyata para sahabat mencelanya, seraya berkata: “Dia itu orang jahat”. Mendengar pernyataan itu, maka Nabi berkata: “wajabat”. (pasti masuk neraka).

Ketika mendengar komentar Nabi SAW yang demikian, maka para sahabat bertanya: “Ya rasul!, mengapa terhadap jenazah pertama engkau ikut memuji, sedangkan terhadap jenazah kedua tuan ikut mencelanya. Engkau katakan kepada kedua jenazah tersebut: “wajabat” sampai tiga kali. Nabi menjawab: iya benar. Lalu Nabi berkata kepada Abu Bakar, wahai Abu Bakar sesungguhnya Allah SWT memiliki para malaikat di bumi. Melalui mulut merekalah, malaikat akan menyatakan tentang kebaikan dan keburukan seseorang. (HR. al-Hakim dan al-Baihaqi).


Adapun bagi orang muslim muahid (yaitu orang beriman yang tidak punya rumah, pakaian dan keluarga) wajib diurus sebagaimana umumnya kaum muslimin dan dimakamkan di pemakaman muslim. Adapun biaya pemakaman menjadi tanggungan negara (baitul mal) atau orang-orang muslim di sekelilingnya. Rasulullah SAW melarang untuk mempersulit pengurusan jenazah mukmin muahid (atau pun muslim dan mukmin yang miskin pada umumnya).

Anda berminat untuk memperoleh softcopy (format PDF) artikel di atas? Silahkan klik tautan softcopy kewajiban muslim terhadap jenazah (bagian 2). Adapun rekaman ceramah dapat diunduh melalui tautan rekaman kewajiban muslim terhadap jenazah (bagian 2).

Catatan: Penjelasan-penjelasan di atas merupakan penjelasan yang bersifat ringkas / umum dan setelah ini akan diberikan penjelasan yang lebih detail mengenai kewajiban-kewajiban muslim terhadap jenazah saudaranya sesama muslim.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s