Keutamaan Shalat Jenazah

Shalat jenazah memiliki keutamaan yang agung di mana Allah dan Rasul-Nya menjanjikan pahala yang besar bagi siapa yang melaksanakannya. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW dalam hadits-hadits berikut:

Hadits Pertama:

hadits keutamaan sholat jenazah (1)

Dan telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Hatim] telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] telah menceritakan kepadaku [Suhail] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa yang menshalatkan jenazah, namun ia tidak sampai ikut mengantarnya maka baginya pahala satu qirath. Dan jika ia turut mengantarnya, maka baginya pahala dua qirath.” Kemudian ditanyakanlah, “Seperti apakah dua qirath itu?” beliau menjawab: “Yang paling kecil di antaranya adalah seperti gunung Uhud.” [HR. Muslim No. 1571].

Hadits Kedua:

hadits keutamaan sholat jenazah (2)

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Hatim] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa’id] dari [Yazid bin Kaisan] telah menceritakan kepadaku [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa yang menshalatkan jenazah, maka baginya pahala satu qirath, dan siapa yang mengantarnya hingga jenazah itu di letakkan di liang kubur, maka baginya pahala dua qirath.” Saya bertanya, “Wahai Abu Hurairah, seperti apakah dua qirath itu?” ia menjawab, “Yaitu seperti gunung Uhud.” [Hadits Muslim No. 1572]

Dengan memperhatikan hadits-hadits di atas maka tidak sepantasnya jika kita meninggalkan saudara kita yang meninggal dunia (tidak hadir untuk menshalatkannya padahal kita sempat) hanya karena dia orang miskin. Dan sebaliknya bersegera untuk menshalatkan (bahkan mengurusnya sampai selesai) jika yang meninggal adalah seorang yang kaya raya sehingga terlihat sekali bahwa niatnya adalah untuk mendapatkan materi / dunia semata-mata.

Baginda Nabi Muhammad SAW adalah contoh terbaik di mana beliau selalu menjadi orang pertama yang menjawab panggilan ketika ada seorang muslim yang meninggal dunia meskipun dia seorang yang miskin. Maka selayaknyalah kita meniru contoh beliau ini dengan tidak membeda-bedakan siapa pun yang meninggal dunia diantara saudara muslim apakah dia seorang miskin atau kaya terutama karena keutamaan yang terkandung di dalam shalat jenazah ini sebagaimana hadits-hadits di atas.

Advertisements

Pages: 1 2 3 4 5