Maulid Nabi Muhammad SAW, Saat yang Tepat untuk Introspeksi Diri

Dekorasi unik Maulid Nabi Muhammad SAW 2017

Datangnya bulan Rabiu’ul Awwal atau bulan Maulid (sebagian orang menyebutnya bulan “Mulud”) memang selalu ditunggu-tunggu. Tak peduli tua atau pun muda, kecil maupun besar. Datangnya bulan Maulid memang selalu membuat banyak orang sibuk! Apalagi anak-anak karena itu saatnya untuk “dapat paros”. He … he … he …. Dulu, penulis sendiri ya begitu. Bulan Maulid artinya “bulan untuk dapat paros” bahkan seringkali “bisa lebih dari 1 lho … he … he … he ….

1.  Pengertian

Menurut Al-Ustadz Hammad Abu Muawiyah (2013) dalam artikelnya “Pengertian dan Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW” menjelaskan bahwa pengertian “maulid” adalah:

Maulid secara bahasa berarti tempat atau waktu dilahirkannya seseorang [Boleh juga dikatakan maulid adalah mashdar (asal kata) bermakna kelahiran (al-wiladah). Ini disebut mashdar mim. [ed]]. Oleh karena itu, tempat maulid Nabi Shallallahu’alaihi wasallam adalah Makkah. Sedangkan waktu maulid beliau adalah pada hari Senin bulan Rabi’ul Awwal pada tahun Gajah tahun 53 SH (Sebelum Hijriah) yang bertepatan dengan bulan April tahun 571 M.

Sementara itu kata “Peringatan” merupakan kata benda, turunan dari kata kerja “ingat”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online, pengertian kata “Peringatan” adalah “hal memperingati (mengenang dan sebagainya)“. Jadi secara utuh kalimat “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW” memiliki arti: “Memperingati dan Mengenang Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW”

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membicarakan mengenai “pro dan kontra” terhadap peringatan maulid karena hal tersebut memang bukan kompetensi penulis. Selain itu, tulisan ini lebih dimaksudkan untuk “mengabadikan” atau “mendokumentasikan” acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Musholla Darussalam pada Ahad, 8 Januari 2017 / 10 Rabi’uts Tsani 1438.

Dekorasi unik Maulid Nabi Muhammad SAW 2017
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Musholla Darussalam pada Ahad, 8 Januari 2017 / 10 Rabi’uts Tsani 1438

Satu hal yang menarik pada peringatan Maulid kali ini adalah “inovasi dekorasi unik berbentuk Replika Gua Hira” yaitu mihrab didekorasi sedemikian rupa seperti sebuah gua! Barangkali sang dekorator terinspirasi dengan gua Hira yang merupakan tempat di mana Baginda Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah yang pertama kalinya melalui malaikat Jibril. Gua tersebut sebagai tempat Nabi Muhammad menyendiri dari masyarakat yang pada saat itu masih belum beriman kepada Allah. Gua Hira terletak di negara Arab Saudi. Letaknya pada tebing menanjak yang agak curam walau tidak terlalu tinggi, oleh karena itu untuk menuju gua itu setiap orang harus memiliki fisik yang kuat.

Gua Hira, Makkah, Arab Saudi
Inilah Gua Hira di Makkah, Arab Saudi, tempat di mana Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima wahyu

Terima kasih kepada “Tim Dekorator” Musholla Darussalam yang telah membuat disain yang tidak biasa ini. Meskipun, … Amil Herman sampai harus keluar dari “gua”  tersebut pada saat hari “H” karena (katanya) di dalam “gak bisa nyender”. Wah, sakit pinggang ya Pak Amil? He … he … he ….

ustadz herman suryaatmadja
Ustadz Herman Keluar dari dalam “Gua Hira” Hasil Inovasi Tim Kreatif Musholla Darussalam karena “Tidak Bisa Bersandar”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s