Ustadz Ahmad Yani Firdaus

Oleh: Ust. Ahmad Yani, S.Ag., M.Ag.
      Jum'at, 13 Januari 2017 / 14 Rabi’uts Tsani 1438
1. Keutamaan Majelis Ilmu

Menuntut ilmu adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim maupun muslimat.  Dan Allah SWT berjanji akan “mengangkat derajat orang-orang yang berilmu” sebagaimana firman-Nya di dalam Al-Qur’an surat Al-Mujadilah [58] ayat 11:

يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ

“… Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mujadilah[58] ayat 11)

Hal tersebut yaitu “wajibnya menuntut ilmu bagi setiap muslim maupun muslimat” juga ditegaskan Baginda Nabi Muhammad SAW:

طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ

“Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat”(HR. Ibnu Abdil Bari)

Oleh karena itu, Majelis Ta’lim merupakan salah tempat untuk menuntut ilmu terutama ilmu-ilmu agama. Dan Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk mendatangi “majelis-majelis ilmu”. Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari (Media Islam Salafiyyah, Ahlussunnah wal Jama’ah. (2016) dalam tulisannya “Keutamaan dan Bentuk Majelis Dzikir” menjelaskan 2 (dua) keutamaan majelis Ilmu yaitu:

Pertama : Majelis dzikir adalah taman surga di dunia ini

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” [HR Tirmidzi, no. 3510 dan lainnya. Lihat Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2562.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,”Barangsiapa ingin menempati taman-taman surga di dunia, hendaklah dia menempati majelis-majelis dzikir; karena ia adalah taman-taman surga.” [Al Wabilush Shayyib, hlm. 145]

Kedua : Majelis dzikir merupakan majlis malaikat dan penyebab turunnya ketenangan dan rahmat Allah

Majlis dzikir merupakan majlis malaikat dan penyebab turunnya ketenangan dan rahmat Allah. Allah membanggakannya kepada malaikat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersbada:

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah sekelompok orang duduk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat (Allah) meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada di sisi-Nya.” [HR Muslim, no. 2700]

Advertisements

Pages: 1 2 3 4