Ustadz Ahmad Yani Firdaus

Oleh: Ust. Ahmad Yani, S.Ag., M.Ag.
      Jum'at, 16 Desember 2016 / 17 Rabi'ul Awwal 1438

1. Pengantar

Kegiatan pengajian rutin yang dipimpin oleh guru tetap Al-Ustadz Ahmad Yani, S.Ag., M.Ag., ini merupakan kegiatan gabungan 2 (dua) musholla yaitu Musholla Darussalam yang berlokasi di lingkungan RT 004/006 dan Musholla As-Sakinah yang berlokasi di lingkungan RT 001/006, Kel. Bedahan, Kec. Sawangan, Kota Depok.

Adapun kitab yang dikaji adalah Kitab Safinatun Naja yang dtiulis oleh Syaikh Salim bin Abdullah bin Saad bin Sumair al-Hadhrami dan syarah-nya yaitu Kitab Kasyifatusy Syaja yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani.

Pengajian ini sudah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara bergiliran antara Musholla Darussalam dengan Musholla As-Sakinah. Oleh karena itu, jama’ah kedua musholla pun bergiliran hadir pada pengajian di kedua tempat (meskipun saya sendiri tidak rutin datang) yaitu di Musholla Darussalam dan  Musholla As-Sakinah. Hal ini dimaksudkan agar jumlah jama’ah yang hadir lebih banyak mengingat, di mana-mana, yang namanya “pengajian / majelis ta’lim” seringkali “miskin peminat” apalagi jika dibandingkan dengan “tempat-tempat hiburan” atau pun “keramaian-keramaian“. Menyedihkan memang! Yup, tapi apa boleh buat itulah realitanya. Jalan ke surga memang “penuh onak dan duri!

Padahal, apa kurangnya “majelis pengajian” saat ini. Cuma datang, duduk mendengarkan “para guru memberikan ilmunya secara gratis … tis”, selesai, shalat dan … makan …!!! (ya, kadang makanan kecil, kadang berat juga!). 

Padahal Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk mendatangi “majelis-majelis ilmu”. Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari (Media Islam Salafiyyah, Ahlussunnah wal Jama’ah. (2016) dalam tulisannya “Keutamaan dan Bentuk Majelis Dzikir” menjelaskan 2 (dua) keutamaan majelis Ilmu yaitu:

Pertama : Majelis dzikir adalah taman surga di dunia ini

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” [HR Tirmidzi, no. 3510 dan lainnya. Lihat Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2562.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,”Barangsiapa ingin menempati taman-taman surga di dunia, hendaklah dia menempati majelis-majelis dzikir; karena ia adalah taman-taman surga.” [Al Wabilush Shayyib, hlm. 145]

Kedua : Majelis dzikir merupakan majlis malaikat dan penyebab turunnya ketenangan dan rahmat Allah

Majlis dzikir merupakan majlis malaikat dan penyebab turunnya ketenangan dan rahmat Allah. Allah membanggakannya kepada malaikat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersbada:

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah sekelompok orang duduk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat (Allah) meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada di sisi-Nya.” [HR Muslim, no. 2700]

Advertisements

Pages: 1 2 3